Posts

Showing posts from 2019

Puisi tentang rasa sakit, kelaparan, anak jalanan

Sakit yang melilit, bukan sembelit Oleh: HAN Biar waktu  telah berlalu, namun rasa ini masih terasa halu. Pusing kurasa, entah karena apa. Pikiran tentang ini itu berkecamuk. Mungkinkah aku telah meragu. Waktu seakan menantang diriku. Bagian mana yang belum kulewati dalam sketsa hidup ini. Cerita genre apa yang belum pernah terjajaki. Mungkin romansa berbunga-bunga dengan doi. Ah, perutku sakit sekali. Seolah ada sesuatu yang melilit. Memaksaku mengerutkan dahi menahan rasa sakit. Aku bingung gundah gulana. Tanpa kata dan tiada tempat tuk bercerita. Tuhan memang ada, ya ada. tapi aku sedang meragu. Sakit di perutku pergi. Sejenak, dan kembali. Hanya sebentar dan sakitnya semakin parah lagi. Hei, aku tak sanggup lagi. Aku terdiam, napasku tersenggal. Mungkinkah ini akhir kehidupan. ah, ternyata tidak, aku hanya kelaparan. sedari pagi belum  makan sesuap nasi. Semarang, 16 Desember 2019 

puisi tentang pengelolaan lingkungan hidup

Teguran Senja Senja meratap dalam keheningan Mulutnya bisu, badannya membatu Jika esok ada hari baru Lihatlah sejenak lingkungan hidupmu Kota-kota megah bertaburan sampah Desa-desa jadi tempat penampungan limbah Kau bilang “aaaahh” Inikah yang di sebut rumah? Sementara   hari demi hari penyakit mewabah Hutan gundul, tanah cekung Asap dan polusi terus melambung Sampah-sampah semakin menggunung Rusak sudah tak tangung-tanggung Senja meratap dalam keheningan saksikan kau tak peduli pada bumi tempat kehidupan Senja menangis dalam keheningan Beri bencana tanpa penyesalan Teman-temanmu mati Hartamu terhenti Hidupmu tak lagi berarti Tidakkah kau sadar teguran tuk jaga bumi ini Yogyakarta, 24 Maret 2019 Hijrah Anggraini Nashuha