Posts

Showing posts with the label lomba menulis

cerpen: Gerbong 2

  Gerbong 2 Oleh : Hijrah Anggraini Nashuha   “Hati-hati , kalau sudah di sana nanti kabari orang rumah,” pesan bapak padaku. Air mata mengenang di sudut matanya, kucium takzim tangan bapak, entah berapa lama lagi aku dapat mencium tangan beliau. Dengan langkah berat aku menuju tempat antrean pengecekan ID dan tiket keberangkatan, kulihat bapak masih berdiri sana. Menatapku seolah tak rela melepas anak gadisnya pergi seorang diri di kota seberang. Tiba giliranku kutunjukkan KTP dan tiket yang sudah kucetak sebelumnya. “Silakan tunggu sebentar di waiting room, kereta akan tiba dalam setengah sampai satu jam,” kata petugas   dengan ramah. “Baik,” jawabku singkat. Kulihat bapak melambaikan tangan, kemudian berbalik menuju motor butut tuanya dan pulang ke rumah. Aku hanya bisa memandangnya kala itu.   tak terasa air mata telah menetes, segera kuhapus serampangan, masih punya malu untuk menangis di muka umum. Kulihat sekeliling, tak hanya aku seorang diri di...

Lomba Menulis Kemerdekaan RI Tahun 2021

  Menanti Hari H Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah seperti rasa ayam geprek yang berlevel-level, dan sekarang sampai level 4 itupun diperpanjang hingga tanggal 16 Agustus 2021, tepat sehari sebelum kita memperingati Kemerdekaan Indonesia. Kita semua berharap bahwa PPKM ini segera berakhir dan keadaan berangsur-angsur membaik. Setiap tahunnya tanggal 17 Agustus adalah salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat Indonesia, dari hal yang paling sederhana yaitu pasang bendera di depan rumah, menyalakan lampu kerlap-kerlip, lomba makan kerupuk, lombat karung, panjat pinang dan lomba-lomba keseruan lainnya. Bagi pelajar dan mahasiswa menjadi kesempatan yang langka untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) baik di istana merdeka ataupun di daerah.   Hal tersebut sungguh suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka yang mampu dan telah melewati berbagai persyaratan dan latihan ketat. Sejak Maret 2020 Pandemi covid mulai masuk ke Indonesi...

Contoh Policy Brief Judul Gojek Jadi Agen Pajak

ini adalah contoh policy rief yang dulu pernah saya buat ketika ada lomba di kampus saya. mungkin yang pertama dan terakhir, wkwk... jujur saja saya kurang mengerti pembuatan policy brief yang benar seperti apa. terkait itu juga, jika ada salah mohon koreksinya, baik susunan maupun isi materi. terima kasihh... Gojek Jadi Agen Pajak (Hijrah Anggraini Nashuha/PKN STAN/hijrahanggraini07@gmail.com) Ringkasan Pola pikir masyarakat tentang pajak dianggap hal yang menakutkan, menyebabkan  banyak masyarakat menengah ke bawah merasa takut untuk melaporkan usahanya. Dulu pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang masyarakat diminta uang dengan paksa, hasil-hasil perkebunan dan pertanian juga diminta dengan paksa demi kemakmuran segelintir orang yang berada di puncak kekuasaan. Padahal tidak seperti itu, pajak tidak digunakan untuk kepentingan penguasa tapi kemakmuran seluruh rakyatnya. Pernyataan Kunci Gojek, Agen Pajak, Pandangan Masyarakat, Mitra Pajak, Digitalisasi Keuangan ...

Pergi ke Perpustakaan? Why Not!!

Image
Hampir setiap instansi memiliki perpustakaan di instansinya masing-masing. Termasuk sekolah dan perguruan tinggi, belum lagi perpustakaan di setiap kabupaten bahkan kecamatan. Jika setiap instansi memiliki satu perpustakaan pastinya banyak sekali jumlah perpustakaan di Indonesia. Namun, pada kenyataannya tak sedikit perpustakaan yang hanya tinggal papan nama. Perpustakaan itu banyak yang tutup dan meninggalkan deretan buku di sana tanpa dijamah oleh tangan manusia. Padahal ilmu di dalamnya sungguh luar biasa banyak. Buku adalah jendela dunia, tanpa membukanya bagaimana kita tahu kabar dunia. Untuk membeli buku mungkin bagi sebagian orang merasa cukup mahal. Eits, tenang ada perpustakaan yang menyediakan banyak buku di sana. Mulai dari buku pelajaran, hingga bacaan ringan seperti novel dan komik. Ya, tapi tak sedikit orang yang menganggap sebelah mata perpustakaan. Bagi mereka perpustakaan itu tempat yang membuat jenuh dan diperuntukkan bagi mereka yang pintar-pintar. Wah-wah padaha...